Setelah Kepergiannya
Karya: Dipa
|
A
|
ku terbangun
di pagi hari, namun sangat terasa lain karena aku merasakan hari hari ku tlah
hilang, jam di dinding pun ku tatap yang hanya menyentikan suara detikan nya
yang selalu berlalu mengikuti waktu, dan suara itu mengingatkan ku akan dirinya,
lalu ku baca inbox di hp ku, namun tiada namamu disana yang biasanya selalu ada
di pagi hariku dan setiap saatku. Aku tersadar kalau itu bukan lah hal yang
baru bagiku, dia telah pergi bukan tadi kemarin ataupun seminggu lalu tetapi
lama sudah.
Kini sudah tak ada lagi canda dan tawanya yang selalu
mengiringiku dalam kebahagiaan, tak ada lagi leluconnya yang membuatku tartawa.
Tak ada lagi tatapannya yang membuat jantungku berdebar dan menyejukkan hati
ini. Tak ada lagi genggaman tangannya yang selalu membuatku kuat akan setiap
masalah yang datang menghampiriku. Tak ada lagi pelukannya yang membuatku
tentram dan merasa aman dekat dengannya. Kini, ada sesuatu yang hilang, tak
sama lagi seperti dulu.
Aku berharap hari-hariku berjalan mulus seperti biasa walau tak ada dia disampingku. Kini, aku mencoba menjalani semua aktivitasku seperti biasa. Dan aku bisa menjalani itu semua walau hatiku terasa kosong, hampa tanpa ada dirinya yang menemaniku di setiap hariku. Tapi, aku harus tetap tegar dengan semua ini. Setelah kepergiannya, aku menyadari betapa aku mencintainya. Setelah kepergianya, Ia merampas semua cinta dan kebahagiaan yang kupunya, melarikan ke tempat asing yang justru tak tahu dimana keberadaannya. Siksaannya begitu besar untukku, dan aku terlalu lemah untuk mendapatkan cobaan ini, aku begitu lemah untuk mendapatkan goresan luka di benakku yang semakin hari semakin bertambah.
Aku berharap hari-hariku berjalan mulus seperti biasa walau tak ada dia disampingku. Kini, aku mencoba menjalani semua aktivitasku seperti biasa. Dan aku bisa menjalani itu semua walau hatiku terasa kosong, hampa tanpa ada dirinya yang menemaniku di setiap hariku. Tapi, aku harus tetap tegar dengan semua ini. Setelah kepergiannya, aku menyadari betapa aku mencintainya. Setelah kepergianya, Ia merampas semua cinta dan kebahagiaan yang kupunya, melarikan ke tempat asing yang justru tak tahu dimana keberadaannya. Siksaannya begitu besar untukku, dan aku terlalu lemah untuk mendapatkan cobaan ini, aku begitu lemah untuk mendapatkan goresan luka di benakku yang semakin hari semakin bertambah.
Jujur, aku menyesal setelah dia
benar-benar pergi meninggalkanku disini bersama bayangannya. Aku menyesal telah
membuatnya kecewa, padahal aku tak bermaksud mengecewakannya. Entah mengapa jika aku mengingat itu semua,
beribu-ribu penyesalan selalu menghampiriku. Apakah dia terluka karena ku ? Aku dan dia seperti saling menyakiti, seperti
saling mendendam tanpa tahu apa permasalahan yang sebenarnya.
Aku menangis sejadi-jadinya di pagi hari, atas dasar bahwa aku memang benar mencintaimu. Aku merasa kehilangan sosok bidadariku. Sementara aku selalu melihatnya dekat dengan lelaki lain. Ia tak pernah tahu bahwa aku di sini menangis melihatnya bersama lelaki lain, aku cemburu..
Aku menangis sejadi-jadinya di pagi hari, atas dasar bahwa aku memang benar mencintaimu. Aku merasa kehilangan sosok bidadariku. Sementara aku selalu melihatnya dekat dengan lelaki lain. Ia tak pernah tahu bahwa aku di sini menangis melihatnya bersama lelaki lain, aku cemburu..
Aku marah dan menyesal pada diriku
sendiri, mengapa aku sulit untuk melupakannya? Sedangkan dia disana dengan
mudahnya melupakanku.Tuhan..sungguh ini tak adil bagiku. Ingin rasanya aku
hilang ingatan, agar aku tak mengenalinya dan kenangan dulu bisa terhapus di
dalam memori otakku. Itulah jalan satu-satunya untuk saat ini. Hari berganti
hari, aku terus menjalani hidupku tanpa dirinya. Dan aku merasa semakin hari
aku selalu menyesali kesalahanku padanya. Apakah dia disana sudah mendapatkan pengganti
diriku? Aku harap dia masih mengharapkanku, karena ku disini selalu
mengharapkan kehadirannya dihidupku lagi. Apakah dia disana selalu
memikirkanku? seperti aku yang selalu memikirkannya. Aku hanya ingin tahu isi
hatinya saat ini. Apa dia tak pernah berpikir tentang isi hatiku saat ini? yang
semakin hari semakin mendung karena tak ada lagi yang menyinari hatiku.
Di dalam mimpiku dia selalu ada untukku, dan dia milikku. Tapi ternyata, di dalam kehidupan nyata, dia hanyalah mimpi untukku dan aku sulit menggapainya kembali. Tak ada hal yang mampu ku perjuangkan selain membiarkannya pergi dan merelakannya untuk orang lain yang pantas menapatkannya. Aku berusaha menikmati kesedihanku, kesakitanku hingga ku terbiasa akan semua hal itu. Aku selalu meneteskan air mata untuknya, padahal setiap butiran air mata yang jatuh itu semakin aku merindukannya dan sulit untuk melupakannya. Kini aku merasa jatuh cinta padanya yang bukan milikku lagi.
Di dalam mimpiku dia selalu ada untukku, dan dia milikku. Tapi ternyata, di dalam kehidupan nyata, dia hanyalah mimpi untukku dan aku sulit menggapainya kembali. Tak ada hal yang mampu ku perjuangkan selain membiarkannya pergi dan merelakannya untuk orang lain yang pantas menapatkannya. Aku berusaha menikmati kesedihanku, kesakitanku hingga ku terbiasa akan semua hal itu. Aku selalu meneteskan air mata untuknya, padahal setiap butiran air mata yang jatuh itu semakin aku merindukannya dan sulit untuk melupakannya. Kini aku merasa jatuh cinta padanya yang bukan milikku lagi.
Tetapi aku punya Tuhan, punya keluarga dan sahabat, yang selalu ada untukku. Aku percaya Tuhan..Tuhan pasti sedang menguji kesabaranku saat ini, dan pasti ada jalan keluar di balik ini semua. Mungkin di mataku dia yang terbaik untukku, tapi belum tentu kata Tuhan dia yang terbaik untukku. Aku percaya dan yakin bahwa skenario Tuhan adalah yang paling indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar